Selasa, 28 September 2021

Rapat Koordinasi Bantuan Sosial Tingkat Provinsi Kalimantan Utara

Sejak Senin sampai dengan Rabu, tanggal 27-29 September 2021 Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten Se- Kalimantan Utara, yang dilaksanakan di Hotel Pangeran khar Tanjung Selor. Pada pada kegiatan kali ini, panitia menghadirkan Narasumber dari Kapusdatin dan Direktur Wilayah II. Yang dimana dihadiri langsung oleh Prof. Agus Zainal Arifin dan Bapak Iwayan I Rawan selaku Direktur PFM wilayah II. 
pada kesempatan ini. Semua kabupaten Kota mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan Kendala dan kondisi di wilayah masing-masing dalam penyaluran Bantuan Sosial di daerah. Karena, pada 2021 ini banyak hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan dilapangan, sehingga mengalami keterlambatan penyaluran, dimulai dari Data yang kurang valid, saldo nol dan data penerima bantuan masih banyak yang kategori mampu. 

" Kepala Dinas Sosial mengharapkan kinerja daerah yang ekstra dalam mengentaskan kemiskinan, karena pengelolaan data saat ini semua sudah di kelola melalui dengan Aplikasi Siks -NG. Selain itu dinas sosial provinsi Kalimantan Utara juga akan merilis sebuah Aplikasi SIKS Daerah yang akan di sebarkan kepada semua Daerah dalam waktu dekat ini" (pungkas Bapak Heri Rudiyono). 

Selain itu, pada kesempatan Rakor kali ini, juga membahas permasalahan dan mencari solusi di lapangan ketika terjadi kendala atau masalah. Adapun jenis bansos yang sudah berjalan di Kalimantan Utara, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Program S mbako, PKH, PBID dll yang diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Utara yang masuk dalam kategori miskin. Selain itu untuk mendapatkan bantuan sosial ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu : 
Data orang miskin atau calon penerima bantuan harus masuk dalam data SIK-NG. 

Untuk info lebih lanjut mengenai bantuan dapat menghubungi pihak kelurahan maupun desa di wilayah masing-masing. Karena saat ini aplikasi pendataan warga miskin sudah diberikan ke pemerintah ditingkat bawah yaitu pihak desa. 


Senin, 27 September 2021

Astra Memenangkan Penghargaan HR Asia Best Fompanies to Work For 2021

Astra kembali dinobatkan sebagai Best Companies to Work For untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut oleh HR Asia!

Penghargaan ini ditujukan untuk perusahaan di seluruh Asia dengan indikator perusahaan yang memiliki praktik sumber daya manusia, tingkat keterlibatan karyawan, dan budaya tempat kerja yang sangat baik.

Semangat Astra dalam membangun lingkungan kerja yang baik ini sejalan dengan SDGs dan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa.

#KitaSATUIndonesia

Sumber: IG_Satu Indonesia dan Group WA Penerima SIA Provinsi

Minggu, 26 September 2021

Nurani Astra Bersama TBM-Rumah Baca Taka KTT Berbagi Untuk Negeri

Rumah Baca Taka bersama Nurani Astra Di Kabupaten Tana Tidung


         Sabtu, 18 September 2021, Astra menembus waktu di Bumi Upun Taka Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, dalam rangka menyampaikan dan mensukseskan Progran Nurani Astra Berbagi Untuk Negeri #semangatslaingbantu, memberikan semangat baru bagi kaum Petani dan Buruh yang terdampak COVID-19. Pada kesempatan kali ini PT. Astra Internasional Tbk dengan mengandeng Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Taka Kabupaten Tana Tidung sebagai Penerima Program Satu Indonesia Awerdt(SIA) Tahun2018 di percayakan untuk menyalurkan Paket Sembako dari Astra di Wilayah Kabupaten tana Tidung. Tepatnya di Desa Seludau dan Sepala Dalung, dimana pada kesempatan ini Nurani Astra Memberikan 50 Paket Sembako untuk di sebarkan kepada Masyarakat Desa Seludaudan Sepala Dalung.




 “kami sangat Mengucapkan terima kasih kepada pihak TBM dan Pihak Astra yang telah memberikan bantuan di desa Seludau. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat kami yang mengalami dampak Pandemi Covid-19. Sekali lagi kami Ucapkan Terima Kasih buat Nurani Astra dan TBM”,(Ungkap Kepala desa Seludau).

 

Dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Nurani Astra Berbagi untuk Negeri banyak senyum yang terpancar di wajah masyarakat Pesisir dan Pelosok Kabupaten Tana Tidung. Selain itu, dengan adanya program ini kami dari TBM-Rumah Baca Taka Kabuapetn tana Tidung mencoba tampil dan memberikan Edukasi dan motifasi kepada Masyarakat yang terdampak Covid-19 untuk tetap kuat dan tetap menjaga semangat. Karena dengan adanya bantuan ini memberikan spirit tersendiri bagi masyarakat sebagai penerima bantuan paket Sembako Nurani Astra.


 “ Terima kasih dari kami buat Astra dan TBM-Rumah Baca Taka yang telah memberikan Bantuan Paket Sembako untuk kami para petani dan buruh di Seludau, Semoga semua mendapat balasan yang setimpal dari yang maha kuasa”. (Ungkap Salah Satu Penerima Paket Sembako).
 

          

  Selain itu, kami dari TBM-Rumah Baca juga mengucapkan terima kasih kepada PT. Astra Internasional .Tbk yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam program Nurani Astra ini. Semoga kedepan kegiatan Sosial yang diinisiasi oleh Astra dapat terus mengandeng pengiat Literasi dan pengiat Sosiallainnya dalam menebar kebahagian di seluruh pelosok Negeri.



Petugas Distribusi : 

Muhammad Azni

Muhammad Sukri

Muhammad Samir

Muhammad Azlan

Yohanes Suandi

dkk

 

Nurani Astra

Berbagi Untuk Negri

#Semangatsalingbantu

NURANI ASTRA BERBAGI UNTUK NEGERI #Semangatsalingbantu

Minggu, 28 April 2013

KRITIK SASTRA NOVEL “SANG PEMIMPI”

KRITIK SASTRA NOVEL “SANG PEMIMPI”
1.      Identitas Buku
Judul               : sang Pemimpi
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : PT bentang Pustaka
Halaman          : X+ 292 Halaman
Cetakan           : ke- 14, Januari 2008
ISBN               : 979-3062-92-4
2.      Pratinjau
“Mimpi adalah bagian dari kehidupan seseorang, tanpa mimpi kita akan mati”
Sang pemimpi, merupakan nama yang sangat cocok dengan judul yang diberikan untuk novel ini, karena novel  ini akan membuat kita akan percaya pada kekuatan mimpi. Novel sang pemimpi merupakan sebuah pemaparan kisah mampu membuat kita sebagai pembaca percaya akan kekuatan mimpi dan sebuah pengorbanan.
Novel yang memiliki ending yang begitu mengesankan. Dan Novel yang memiliki alur yang bagus dan menarik. Tema cerita yang sederhana namun terbungkus kalimat-kalimat yang penuh makna. Dalam novelnya yang kedua tersebut penulis yang mengemas dan menata dengan bahasa yang sederhana, Imajinatif, tapi tetap memperhatikan kualitas isi dan penuh bahasa imajinatif. Sudah banyak orang yang menayampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasildicatat oleh umat manusia berasal dari mimpi yang begitu kuat. Tetapi disini tentu kita harus memandang mimpi disi sebagai sebuah keinginan yang ingin dicapai atau disebut dengan cita-cita. Bukan sebuah mimpi yang terkadang hanya menjadi bunga tidur dan hayalan belaka. Lewat novel ini juga penulis mampu menciptakan kata-kata yang menggugah jiwa pembacanya. Andrea hirata juga menyebutkan bahwa sikap pesimis dan tidak mau mencoba dan minder itu merupakan racun yang akan menggrogoti mimpi kita untuk menggapai cita-cita dan harapan kita. Karena hal tersebut akan menambah keterpurukan pemikiran kita terhadap apa yang telah kita mimpikan selama ini.
“meskipun kau penuhi celengan sebesar kuda sungguhan, sahabatku jimbron, tak kan pernah uang-uang receh itu mampu membiayainyamu sekolah ke perancis……demikian kata hatiku. Dan dengarlah itu, kawan. Siratan kalimat sinis dari orang pesimis. Ia adalah hantu yang beracun. Sikap itu mengekstrapolasi sebuah kurva yang turun  kebawah dan akan terus turun kebawah dan telah membuatku menjadi pribadi yang gelap dan picik. Seyogyanya sikap buruk yang berbuah keburukan: pesimisme menimbulkan sinis, lalu iri  dengki, lalu mungkin fitnah. Dan dengarlah ini, kawan nyata yang ddari sikap buruk itu. (Halaman 147)
Dalam novel sang pemimpi ini Andrea Hirata sabagai penulis, menyampaikan bahwa kita harus optimis dan harus berani untuk bermimpi, hal ini di sampaikannya dengan kemampuan bertuturnya dan dengan contoh yang penulis gambarkan lewat tokoh yang ada dalam novel tersebut. Tokoh Arai yang sejak kecil telah menjadi yatim piatu justru di gambarkan oleh andrea hirata menjadi tokoh yang mnegajarkan kepada Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membangkikan semangat ketika Aria menasehati Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membvangkitkan semangat ketika Arai menasehati Ikal ketika Iakal melorot drastic rangkingnya. Dapat kita kutip dari perkataan Arai kepada Ikal,” Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!”(halaman 153)
Selain mengambarkan betapa super powernya kekuatan mimpi, dalam novel ini Andrea Hirata juga menceritakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tangah keetrbatasan hidupnya yang menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dalam belada yang begitu mangharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.
Angkat topi untuk Andrea Hirata yang begitu telah berhasil membuat sungguh kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan saintifik. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi-mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yang sangat terbatas.
3.      Isi
1)      Unsur intrinsik
·         Tema
Tema yang tersirat dalam novel sang pemimpi ini tak lain merupakan “persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupanserta kepercayan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapandan cita-cita”. Hal itu dapat di buktikan ddari penceritaan perkalimatnya dimana Andrea Hirata berusaha mengambarkan begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapt membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan dalam hidup ini.
·         Latar
Dalam novel ini disebutkan latarnya itu di pulau Magai Balitong, los pasar dan dermaga pelabuhan, di gedung bioskop, di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan. Waktu yang di tergambar dalam novel itu pagi, saing, sore dan malam hari, latar nuansanya lebih berbau melayu dan gejolak reaja yang di selimuti impian-impian yang begitu membanggakan bagi para remaja.
·         Penokohan dan perwatakan
Ikal                  : baik hati, optimisme, pantang menyerah, penyuka bang
                          Rhoma,
Arai                 : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin, pantang
  menyerah,
Jimbron           :  polos, gagap bicara, baik, sangat antusias pada kuda,
Pak Balia         : baik, bijaksana, pintar,
Pak Mustar      : galak,pemarah, berjiwa keras,
Ibu Ikal           : baik, penuh kasih sayang,
Ayah Ikal        : pendiam, sabar, penuh kasih sayang, bijaksana dan tokoh
  Lain Mahader A, Kiun, Paj Cik, Basman, Taikang,
  Hanim, Capo, Bang Zaitun, pendeta Geovanny, mak Cik
  dan Laksmi adalah tokoh pendukung dalam novel
  tersebut.
·         Alur
Dalam novel sang pemimpi ini menggunakan alur gabungan(alur maju dan alur mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.
·         Gaya Penulisan
Gaya penceritaan novel ini sangat sempurna, yaitu kecerdasan kata-kata dan kelembutan bahasa puitis berpadu tanpa ada unsure repetitive yang membosankan. Setiap katanya mengandung kekayaan bahsa sekaligus makna apik dibalik tiap-tiap katanya, selain itu dalam novel ini juga menulis  dengan gaya realis bertabur metafora, penyampaian cerita yang cerdas dan menyentuh, penuh inspirasi dan imajinasi. Komikal dan banyak mengandung letupan intelgensi yang kuat sehingga pembaca tanpa disadari masuk dalam kisah dan karakter-karakter yang penulis sampaikan dalam novel sang pemimpi ini.
·         Amanat
Amanat yang disampaikan dalam novel sang pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbab yang pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah m9mpi dalam menjalani kehidupan yang di hadapinya serta keinginan besar dalam kehidupan. Hal itu secara jelas di gambarkan Andrea Hirata dalam Novel sang Pemimpi dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terjal oleh segfala keterbatasan yang kita miliki.
·         Sudut pandang
Sudut dalam novel ini sebagai”orang pertama”(akuan), dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita tersebut. 
2)      Unsur Ekstrinsik
·         Nilai Moral
Nalai moral yang terkandung dalam novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja, tangguh dalam menyikapi kerasnya kehidupan, di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai atau sifat yang baik dan rasa setia kawanan yang begitu tinggi.
·         Nilai Sosial
Ditinjau dari segi sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu di buktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal dan Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas sebagai orang Balitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain. 
·         Nilai Adat Istiadat
Nalai adat di sini juga begitu kental terasa. Adat kebiasaan pada sekolah tradisional yang masih mengharuskan siswanya mencium tangan kepada gurunya, ataupun mata pencarian warga yang sangat keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel karangan Andrea Hirata ini. Sehingga menambah khazanah budaya yang lebih Indonesia.
·         Nilai Agama
Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar, terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh ini belajar dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan-aturan islam dan petuah-petuah Taikong(kyai) yang begitu hormat mereka patuhi. Hal itu juga yang membuat novel ini begitu kaya akan nialai keagamaan.
4.      Kelebihan dan kekurangan  
·         Kelebihan
Banyak kelebihan- kelebihan yang did pat kita lihat dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan bahasa sehingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita hingga merasakan tiap latar yang terdiskripsikan secara sempurna. Hal ini tak lepas dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang dituangkan dengan bahsa-bahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga menjelaskan tiap detail latar yang mem-background-I adengan demi adegan sehingga pembaca selalu menantikan dan menerka-nerka setiap hal yang terjadi. Selain itu, keleboihan lain dari novel ini yaitu kepandaiaan Andrea Hirata dalam mengeksplorasikan karakter-karakter sehingga kesuksesan pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat.
·         Kelemahan
Pada dasarnya novel ini hamper tiada kelemahan. Hal itu disebabkan karena penulis dengan cerdas dan apik mengambarkan keruntutan alur, deskripsi, setting, dan eksplorasi kekuatan karakter.
Namun dalam novel sang pemimpi ini banyak sekali menggunakan kata yang berasal dari bahasa inggris dan bahasa daerah, saya sendiri sebagai seorang pembaca yang minim sekali pengetahuan terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam novel tersebut tidak mengerti istilah-istilah yang di gunakan tersebut, misalnya seperti kata-kata, punchbag, hupo, ngambat, capo, peregasan. Istilah-istilah ini dalam novel sang pemimpi ini tidak disertai penjelasan sehingga sebagai pembaca saya mengetahui makna dari istilah yang di gunakan dalam novel sang pemimpi tersebut.
5.      Kesan
Dalam novel ini penulis juga menegaskan kepada kita pembaca bahwa kita harus memiliki mimpi untuk terus berjuang dan mencapai sebuah keinginan yang kita harapakan. “ tampa mimpi. Orang seperti kita akan mati…”(halaman 153). Novel sang pemimpi mampu membangkitkan dan menyalakan api mimipi-mimpiku yang telah kupendam dengan berbagai realitas yang ada. Ternyata memang benar bahwa, terkadang realitas adalah racun bagi sebuah optimisme(sang pemimpi). Dengan segala kenyataan yang ada terkadang mampu membuat rasa optimisme pada diri kita padam begitu saja. Setelah membaca novel sang pemimpi, aku merasa perlu untuk menyajikan sebuah mimpi untuk memotipasi hidup karena tidak ada hal yang tidak mungkin atau mustahil jika kita berani untuk bermimpi dan berusaha untuk meraihnya.
DAFTAR PUSTAKA
Elly. 2006. Ilmu Sosial dan badaya Dasar. Jakarta. Kencana.
Hirata , Andrea. 2008. Novel sang Pemimpi.yogyakarta.PT. Bentang Pustaka.
Endraswara, Suwardi. 2008.Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta. Medpress.
Wawancara masalah kritik sastra dengan dosen pengampuh Kritik Sastra Universitas Borneo tarakan( Ibu Inung), Erna Wahyuni( dosen Sosiologi sastra), dan Muhammad Tobroni ( dosen Sastra anak dan Metodologi Penelitian). Ibu Ranti ( dosen Apresiasi Prosa).

BIODATA PENULIS
Nama saya Muhammad Azni, Semester enam dari Universitas Borneo Tarakan, nomor Henpon 085247848611, E-mail : Muhammad.azni@rocketmail.com , Muhammadazni89@gmail.com,FB:www.facebook.com/muhammadazni.putrabugis, alamat : jalan gunung Sepulu kampun Enam, RT. 05, kelurahan Kampung Enam, kecamatan Tarakan Timur, kota Tarakan. Kode Pos : 77123

PUISI SISWA BORNEO

BEST FRIEND FOR EVER
Sejak lama kita bersahabat…
Seperti kepompong…..
 saling membantu satu sama lain….
          Kau selalu ada dalam suka maupun duka…
          Disaat kau membutuhkan aku..
Aku akan ada disampingmu….
Oh…
sahabat aku berjanji….
Akan selalu bersama dalam suka maupun duka ….
Best friend for ever…..
(yusriadi H.B)
SYURGA UNTUK ORANG TUA
Ibu….
 kau bagaikan embun pagi…
yang selalu menyejukkan hati….
          Ayah….
          Kau bagaikan matahari….
          Yang selalu menhangatkan hati….
Terimah kasih ibu…
Kau telah mengandung..
Yang telah melahirkan ke dunia…
Dan yang telah merawatku……
          Terimah kasih ayah…..
          Yang telah mendidik dan yang telah menyayangku….
Ya……Allah….
Berikan kedua orang tua ku…
yang baik…
tempat orang yang sho;eh dan sholehah…
yang bernama syurga terindah-mu…..
                                                                   Tarakan, 2012
Karya Yusriadi dan Riskah
Ayah
Ayah……
Engkau adalah kepala keluarga yang bijaksana,
Engkau yang telah mencari nafka,
Sehingga aku bisa tumbuh seperti ini,
          Ayah……..
          Tak akan pernah aku mampu membalas semua,
          Perlakuanku, kebijaksanaanmu, dan sifat adilmu,
Sebesar  apapun yang kuberikan kepadamu,
Ku yakin tak sepadan dengan tenaga yang kau Keluarkan, keringatmu yang berjatuhan,
Ayah…
Terima kasih atas semuanya,
Terima kasih atas kasih sayangmu,
Aku sayang kau Ayah…..
                                                                   Tarakan, 2012
                                                                   Bella Rosa
KEADILAN
Memandang kehidupan,
Bagaikan mamandang takdir yang telah ditentukan ,
Keras hidup ini membawah kami kedalam kegelapan,
Kekuasaan tidaklah membahagiakan,
Tetapi keadilan adalah kebebasan bagi kami,
Dimanakah…..keadilan bagi kami,
Seorang rakyat yang haus akan keadilan,
Karena hidup adalah kejam dalam kegelapan,
Kami coba untuk menuju titik terang,
Agar dapat menggapai keadilan sesungguhnya,

Tuna netra
Hanya udarah……
Hembusan nafas……
Dan lantai tempatku berpijaklah yang dapat kurasakan………
Mendengar  kicauan burung dipagi hari,
Membuatku terhibur….
          Aku hidup dalam kegelapan….
          Dan hanya kegelapan yang bisa ku lihat…
          Tidak tahu bagaimana malam dan siang….
          Tidak tahu  jalan dan lubang…
          Aku hanya berjalan lurus untuk mencari setitik cahaya….
Kehidupanku hanya dapat bergantung kepada seseorang ……
          Dan ini lah diriku….
          Seorang tunanetra…….
Tarakan, 2012
Lita
IBU
Ibu….
Engkaulah yang merawatku dengan sabar…..
Engkaulah yang membesarkanku  dengan penuh kegembiraan
Engkaulah yang mendidikku dengan penuh perhatian….
          Ibu…..
          Engkau bagaikan bidadariku….
Yang tak pernah kulupakan..
Engkau pelindungku dimana pun aku berada….
Terima kasih Ibu…..
Sungguh besar jasamu kepadaku….
Tak  kan pernah saya lupakan seumur hidupku….
          Ibu…Ibu….Ibu…..dan Ibu….
          Hanya ada ibu dalam hidupku…..
SAHABAT
Wahai sahabat ku…..
Engkaulah yang menemaniku…
Dimanpun aku berada..
Disitulah kau berada…
          Wahai sahabatku…..
          Jika kau tau arti persahabatan itu apa?
          Sahabat adalah tangan dengan mata…
Jika mata yang menangis tangan lah yang menghapusnya….
Wahai sahabatku……
Teriam kasih …
Engkau telah mendampingiku…
Dalam keadaan sedih dan senang….
Tarakan, 2012
Siti Susilawati
INDAHNYA PERSAHABATAN
Tiada mutiara sebening cinta...
Tiada sutra sehalus kasih sayang….
Tiada embun sesuci ketulusan hati…..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan ……
Sahasabat bukan
matematika yang dapat dihitung nilainya…….
          Ekonomi yang menharapkan materi…
          PPkn yang dituntut oleh undang-undang …
          Tetapi
          Sahabat adalah sejarah yang dapat dikenang sepanjang masa….
PERPISAHAN
Perpisahan …..
Ternyata  sudah diambang  mata….
Memang benar adanya kau tinggalkan kami….
Kebersamaan ini memang tak selalu ada…..
Kebersamaan hanyalah sebuah dongeng cerita kehidupan…
Apa yang kau risaukan saat ini……
Apa yang ingin kau dapatka pasti kau raih…
Bersenang- senang lah sobat…
          Karena aku disini akan selalu ada…
Disinilah ……dinegeri di awan
Kau memang sobat sejatiku…
Harapan kessepian makin tak ada lagi dalam benakku..
Jika kaupun sedih akupun turut gelisah…
          Raihlah segalah cintamu….
          Harapan akan selalu ada jika kita menikmati hidup dengan hati yang senang…..

PERPISAHAN
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka…
Sebab apa yang paling kalian kasihi darinya ….
Mungkin akan tampak lebih nyata dari kejauhan….
Seperti……
          Gunung yang Nampak lebuh agung
          Terlihat dari padang dan daratan…..
Tarakan,2012
Nurfadilah
PAHLAWAN
Pahlawanku…..
Kau telah berjasa melawan penjajah di medan perang…….
Kau gugur dimedan perangdemi membelah tanah air tercinta…
          Pahlawanku…….
          Kini kau telah tiada ..
Akan selalu kukenang jasamu selamanya
Aku akan mengabdi kepada bangsa demi kau pahlawanku tercintah…..

GURUKU
Guruku…….
 kau bagaikan pelita kegelapan menerangi cahaya hati….
Membimbing dan mengasuh dengan tenang menjadikanjiwa yang besar….
          Guruku……
          Jasa dan pengabdianmu tiada tara…
Tak pandang panas dan hujan kau terus melangkah demi tugas…
          Sungguh mulia jiwamu…
Guruku……..
Kaulah pahlawan sepanjang masa…
Melawan kebodohan dan menjadikan kami pintar…..
          Guru…….ku…..
          Puji dan syukur ku persembahkan…
Untuk segala pegorbanan dan pengabdianmu……
Tarakan, 2012
Endah Fitrianti
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Guruku …….
Engkau adalah pahlawanku….
Pahlawan yang selalu membantuku untuk menjadi seorang yang sukses….
          Guruku…..
          Berkat engkau aku yang dulu tidak tahu apa-apa..
Kini aku menjadi banyak tahu…
Guruku…..selama ini kau tabah mengajari….
Walaupun kau tidak pernah meminta apa-apa….
Guruku engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa……
IBU
Ibu…ibu…ibu…..
Ibu engkau adalah orabg yang selalu menghiasi hari-hariku….
Engkau selalu menjagaku…
Engkau selalu membuat aku bahagia….
          Ibu…
          Kasih sayangmu yang terindah membuat aku tidak akan perna melupakanmu….
          Membuat aku selalu mengingatmu….
          Wajahmu selalu terbayang dalam hati….
Tidak hal yang terindah perna aku lihat yang bisa mengalahkan indahnya wajahmu….
Ibu…….engkau adalah malaikatku…
Terimah kasuh ibu….
Tarakan,2012
Siti Hajar
GURUKU
Wahai guruku,
Kau ku kenag selama hidupku,
Dari tidak tahu kau jadikan tahu,
Walau kadang kami membuatmu kesal,
         
Namun dengan sabar kau didik kami,
          Kau tumpahkan ilmumu,
          bagai hujan yang membasahi bumi,
          Nasihatmu akan selalu kami ingat,
Jasa mu kan abadi,
Ilmu yang berguna,
Akan selalu aku impikan,
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa,
Tarakan, 2012
Mira Juniyanti
IBU
Ibu adalah wanita yang telah melahirkanku,
Merawatku,
Membesarkanku,
Mendidikku,
Hingga diriku dewasa…………………..
         
Ibu…….
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur,
Terdaoat sinar yang penuh dengan keridohan,
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran,
Terdapat sinar  yang penuh dengan kasih dan saying,
Ibu …….
Engkau hal yang paling terindah dalam hidupku,
Engkau berusaha merawatku,
Sampai engkau terlelah karena aku,
         
Ibu………
          Jasamu tiada akhir,
          Jasamu  terlukis didalam surga…….
Ibu….
Tapi, apa balasanku?
Aku selalu membuat mu menangis,
Aku selalu membuatmu menderita,
Aku selalu membantah setiap perkataanmu,
         
Ibu…..
          Hanya penyesalan yang ku dapat,
          Hanya tangisku sebagai saksi Rasa  cintaku padamu,
          Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu,
          Karena aku tak ingin,
          Engkau memasuki api yang panas,
Karena perbuatanku,
Tarakan, 2012
Kasmira