Minggu, 28 April 2013

KRITIKSATRA PUISI



Kritik Sastra Puisi “ Senja di Pelabuhan Kecil” Karya Chairil Anwar
Bahasa Keseharian yang terbungkus seribu makna.
………………………………. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri berjalan
Menyusur semenanjung. Masih pengap harap
Sekali tiba di ujung ………………………….
Dalam puisi Senja di Pelabuhan kecil Chairil Anwar memberikan pilihan kata yang terlihat biasa dan terkesan kata-kata biasa digunakan dalam keseharian kita. Tetapi pengarang membungkus kata-kata dalam puisi tersebut dengan menggunakan arti kata yang sebenarnya. Terdapat pada kata gudang tua pada cerita, tiang serta temali, mempercaya mau berpaut kata-kata ini sebuah kedukaan. Oleh Chairil anwar kata gudang dan rumah tua sebagai symbol sesuatu yang tak berguna seperti dirinya yang di anggap tiada berguna lagi. Kata “mempercayai mau berpaut” merupakan sebuah harapan Chairil Anwar sebagai panggeran pada kekasihnya.
Kata kelam dan muram diungkapkan pengarang memberikan kesan dan makna kesedihan yang dirasakan. Pengarang juga mencoba mengambarkan sebuah kebekuan perasaan dan jiwa dalam puisi ini lewat kata tanah dan air. Seorang Charil mampu menciptakan pilihan kata yang sebaik mungkin walaupun kata yang digunakan adalah bahasa percakapan, tapi kata-kata tersebut mampu menghadirkan makna yang dalam. Namun ada kata yang tidak biasa diucapakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kata akanan.
Chairil merupakan sdalah satu penyair yang tidak selalu terkait peraturan sehingga terkadan, Chairil tidak pernah memperhatikan bunyi yang ada dalam puisinya. Chairiol Anwar berpendapat bahwasebuah puisi adalah suatu kebebasa. Namun lain halnya dengan puisi ini Chairil memperhatikan bunyi walau tidak terlihat secara mencolok. Meskipun bahasa dalam puisi ini adalah bahasa percakapan sehari-hari namun dibalik kata-kata yang di gunakan Chairil memberikan bahasa kias. Bahasa kias tersebut digunakan pengarang untuk memperdalam makna yang ada dalam puisinya.
………………………………..
Di antara gudang, rumah tua pada cerita
Tiang serta temali, kapal, perahu tidak berlaut
……………………………………
………ada juga kelepak elang
………………………………
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Dari kutipan tersebut terlihat adanya bahas metafora yang digunkan pengarang untuk memperdalam rasa duka yang dirasakan. Ketika berdayaan diungkapkan Chairil sebagai sebuah gudang, rumah tua, tiang dan temali yang tiada berguna. Harapan pengarang kandas bagai kapal dan perahu yang tidak melaut karena menghempaskan diri di partai saja. Serta kebekuan hati bagai air dan tanah yang tidur dan tidak bergerak.
Bahasa personifikasi juga di tampilkan pada rumah tua pada puisi, ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang, dan kini tanah dan air tidur hilang ombak dan sedu penghabisan bisa terdekap. Lewat kata tersebut chairil mencoba menhidupkan rumah tua yang seakan mampu bercerita, dan menghidupkan juga kelepak elang yang mampu menyinggung perasaan orang yang sedang muram. Hari pun dikatakan penyair seakan berlari dan berenang menidurkan tanah dan air sehingga merasa dalamlah kebekuan hati seseorang yang digambarkan. Semuanya ini menyebabkan hanya sendu yang bisa ia peluk bukan orangnya.
Sinekdok juga diciptakan Chairil Anwar pada kata tiang yang sebenarnya pengarang mencoba menggambarkan rumah, kata kapal dan perahu yang berarti pelabuhan. Kalimat dan kini tanah dan air tidur hilang ombak pengarang juga mencoba menampilkan bahasa hiperbola karena melebih-lebihkan kebekuan hati sang gadis itu. Sebenarnya bahas kiasan yang digunakan Chairil Anwar hanya bertujuan untuk agar mampu menciptakan makna yang lebih mendalam pada pembaca.
Chairil Anwar biasanya orang yang tegar dan selalu optimis dalam segala hal dan seorang Chairil yang selalu memiliki semangat yang menggebu tetapi dalam puisi ini dia merasa pesimis karena cintanya sudah kandas. Jadi jelas tergambar puisi ini seakan- akan ,menjadikan melankolis karena sajaknya berisi tentang ratapan dan kesedihan. Namun dengan emosi Chairil yang  mampu menguasai puisi tersebut menghasilkan sebuah karya yang tampak tidak terlalu sendu.
Catatan : puisi ini sangat membuat kita sebagai pengarang akan bertanya- Tanya jika kita membacanya tidak memahami tentang majas yang digunakan, walaupun puisi ini menggunakan bahasa percakapan sehari-hari. Namun semua itu telah dikemas dengan sede,ikian rupa oleh pengarang sehingga menghasilakan sebuah puisi yang sangat mengesankan.
Penulis : Muhammad Azni
Tarakan, 21 Maret 2013



BIODATA PENULIS
Nama saya Muhammad Azni, Semester enam dari Universitas Borneo Tarakan, nomor Henpon 085247848611, E-mail : Muhammad.azni@rocketmail.com , Muhammadazni89@gmail.com,FB:www.facebook.com/muhammadazni.putrabugis, alamat : jalan gunung Sepulu kampun Enam, RT. 05, kelurahan Kampung Enam, kecamatan Tarakan Timur, kota Tarakan. Kode Pos : 77123
Foto :

2 komentar:

  1. http://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/obat-kuat-pria-ala-raja-ampat-cacing.html


    http://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/laba-anjlok-toba-bara-hanya-sebar.html


    http://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/kenali-gejala-gangguan-prostat-segera.html

    BalasHapus
  2. http://berutahits12.blogspot.com/2017/05/taipanqq-flakka-narkoba-berefek-zombie.html

    Kami tantang para bos semua yang suka bermain kartu
    dengan kemungkinan menang sangat besar.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games.
    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER

    BalasHapus