Kritik Sastra Puisi “ Senja di Pelabuhan Kecil”
Karya Chairil Anwar
Bahasa
Keseharian yang terbungkus seribu makna.
……………………………….
Tidak bergerak
Dan
kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada
lagi. Aku sendiri berjalan
Menyusur
semenanjung. Masih pengap harap
Sekali
tiba di ujung ………………………….
Dalam puisi Senja di Pelabuhan
kecil Chairil Anwar memberikan pilihan kata yang terlihat biasa dan terkesan
kata-kata biasa digunakan dalam keseharian kita. Tetapi pengarang membungkus
kata-kata dalam puisi tersebut dengan menggunakan arti kata yang sebenarnya.
Terdapat pada kata gudang tua pada cerita, tiang serta temali, mempercaya mau
berpaut kata-kata ini sebuah kedukaan. Oleh Chairil anwar kata gudang dan rumah
tua sebagai symbol sesuatu yang tak berguna seperti dirinya yang di anggap
tiada berguna lagi. Kata “mempercayai mau berpaut” merupakan sebuah harapan
Chairil Anwar sebagai panggeran pada kekasihnya.
Kata kelam dan muram diungkapkan
pengarang memberikan kesan dan makna kesedihan yang dirasakan. Pengarang juga
mencoba mengambarkan sebuah kebekuan perasaan dan jiwa dalam puisi ini lewat
kata tanah dan air. Seorang Charil mampu menciptakan pilihan kata yang sebaik
mungkin walaupun kata yang digunakan adalah bahasa percakapan, tapi kata-kata
tersebut mampu menghadirkan makna yang dalam. Namun ada kata yang tidak biasa
diucapakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kata akanan.
Chairil merupakan sdalah satu
penyair yang tidak selalu terkait peraturan sehingga terkadan, Chairil tidak
pernah memperhatikan bunyi yang ada dalam puisinya. Chairiol Anwar berpendapat
bahwasebuah puisi adalah suatu kebebasa. Namun lain halnya dengan puisi ini
Chairil memperhatikan bunyi walau tidak terlihat secara mencolok. Meskipun
bahasa dalam puisi ini adalah bahasa percakapan sehari-hari namun dibalik
kata-kata yang di gunakan Chairil memberikan bahasa kias. Bahasa kias tersebut
digunakan pengarang untuk memperdalam makna yang ada dalam puisinya.
………………………………..
Di antara gudang, rumah tua pada
cerita
Tiang serta temali, kapal, perahu
tidak berlaut
……………………………………
………ada juga kelepak elang
………………………………
Dan kini tanah dan air tidur
hilang ombak
Dari kutipan tersebut terlihat
adanya bahas metafora yang digunkan pengarang untuk memperdalam rasa duka yang
dirasakan. Ketika berdayaan diungkapkan Chairil sebagai sebuah gudang, rumah
tua, tiang dan temali yang tiada berguna. Harapan pengarang kandas bagai kapal
dan perahu yang tidak melaut karena menghempaskan diri di partai saja. Serta
kebekuan hati bagai air dan tanah yang tidur dan tidak bergerak.
Bahasa personifikasi juga di
tampilkan pada rumah tua pada puisi, ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenang, dan kini tanah dan air tidur hilang ombak dan sedu
penghabisan bisa terdekap. Lewat kata tersebut chairil mencoba menhidupkan
rumah tua yang seakan mampu bercerita, dan menghidupkan juga kelepak elang yang
mampu menyinggung perasaan orang yang sedang muram. Hari pun dikatakan penyair
seakan berlari dan berenang menidurkan tanah dan air sehingga merasa dalamlah kebekuan
hati seseorang yang digambarkan. Semuanya ini menyebabkan hanya sendu yang bisa
ia peluk bukan orangnya.
Sinekdok juga diciptakan Chairil
Anwar pada kata tiang yang sebenarnya pengarang mencoba menggambarkan rumah,
kata kapal dan perahu yang berarti pelabuhan. Kalimat dan kini tanah dan air
tidur hilang ombak pengarang juga mencoba menampilkan bahasa hiperbola karena
melebih-lebihkan kebekuan hati sang gadis itu. Sebenarnya bahas kiasan yang
digunakan Chairil Anwar hanya bertujuan untuk agar mampu menciptakan makna yang
lebih mendalam pada pembaca.
Chairil Anwar biasanya orang yang
tegar dan selalu optimis dalam segala hal dan seorang Chairil yang selalu
memiliki semangat yang menggebu tetapi dalam puisi ini dia merasa pesimis
karena cintanya sudah kandas. Jadi jelas tergambar puisi ini seakan- akan
,menjadikan melankolis karena sajaknya berisi tentang ratapan dan kesedihan.
Namun dengan emosi Chairil yang mampu
menguasai puisi tersebut menghasilkan sebuah karya yang tampak tidak terlalu
sendu.
Catatan : puisi ini sangat
membuat kita sebagai pengarang akan bertanya- Tanya jika kita membacanya tidak
memahami tentang majas yang digunakan, walaupun puisi ini menggunakan bahasa
percakapan sehari-hari. Namun semua itu telah dikemas dengan sede,ikian rupa
oleh pengarang sehingga menghasilakan sebuah puisi yang sangat mengesankan.
Penulis : Muhammad Azni
Tarakan, 21 Maret 2013
BIODATA
PENULIS
Nama saya
Muhammad Azni, Semester enam dari Universitas Borneo Tarakan, nomor Henpon
085247848611, E-mail : Muhammad.azni@rocketmail.com , Muhammadazni89@gmail.com,FB:www.facebook.com/muhammadazni.putrabugis, alamat
: jalan gunung Sepulu kampun Enam, RT. 05, kelurahan Kampung Enam, kecamatan
Tarakan Timur, kota Tarakan. Kode Pos : 77123
Foto :
http://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/obat-kuat-pria-ala-raja-ampat-cacing.html
BalasHapushttp://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/laba-anjlok-toba-bara-hanya-sebar.html
http://newsindoinfo.blogspot.com/2017/05/kenali-gejala-gangguan-prostat-segera.html
http://berutahits12.blogspot.com/2017/05/taipanqq-flakka-narkoba-berefek-zombie.html
BalasHapusKami tantang para bos semua yang suka bermain kartu
dengan kemungkinan menang sangat besar.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games.
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER